Bisnis Domain lebih baik daripada Bisnis Togel

Setelah membaca buku yang berjudul “15 Cara Menjadi Kaya di Internet” karya penulis bernama “Budhi Kristianto” pikiranku jadi lebih terbuka tentang dunia Internet. Sebelumnya ku pikir cara dapat duit dari internet adalah melakukan tindakan carding (mencuri, mencari no CC orang lain), membangun situs komersil, ada juga yang mengklak-klik banner iklan dapet duit walaupun duitnya pake bayar sewa warnet aja uda habis tuh, memajang hasil karya design yang sukur-sukur kalo ada yang niat beli dan menyediakan jasa design website. Dari buku itu, yang merupakan buku pinjaman dari seorang temen (maklum ga bisa and males beli, mending minjem selagi bisa) aku baca pada topik berjudul “Domain, Domain, Domain” yang isinya ngebahas secara detail apa itu itu bisnis domain dan bagaimana cara melakukan bisnis itu.

Jadi posting ini isinya adalah kesimpulan aku sendiri tentang bisnis Domain dan walaupun sudah banyak yang nge-bahas, ya bakalan tetep aku bahas disini. Merdeka!!! Dan bodonya lagi, buku ini uda terbit taon 2006 tapi aku baru tahu karang di taon 2008. Lumayan parah ga tuh?

Di dalam buku itu banyak diceritakan mengenai orang-orang yang berhasil menggeluti bisnis domain. Domain bernama sex.com saat itu terjual 12 juta dolar amerika asal loe tahu yee… Nah loe, bayangin berapa orang yang berminat dengan domain tersebut dan coba deh cari berapa harganya saat ini…

Apakah domain itu anak-anak? Domain adalah serangkaian huruf yang membentuk kata dan memiliki arti, digunakan sebagai alamat sebuah website di internet. Domain itu sebenarnya juga adalah penterjemahan dari IP (Internet Protocol) sebuah komputer/server yang berupa angka-angka menjadi rangkaian huruf yang lebih mudah diingat oleh manusia (mungkin binatang ada yang bisa mengingatnya dengan mudah) dan harus ada satu di seluruh dunia. Makanya nama domain yang memiliki arti bagus and mudah diinget jadi rebutan. Ada banyak extension atau Top Level Domain (TLD) seperti .com, .net, .org, .edu, .biz, atau .info. Selain itu juga ada yang disebut Country Code Top Level Domain (ccTLD) seperti .co.id (domain komersial untuk Indonesia), .co.uk (domain komersial untuk Inggris), .com.au (domain komersial untuk Australia), .de (domain komersial untuk Jerman), dan sebagainya.

Organisasi yang mengatur segala sesuatu tentang domain adalah Icann.Org. Organisasi ini merupakan wadah bagi semua pihak yang terlibat di industri domain dan internet untuk merumuskan aturan-aturan tentang domain dan pengalamatan di internet.

Untuk pemula yang ingin belajar, seperti saya juga, ada baiknya kunjungi dulu situs NameNewbie.com. Situsnya simpel dan ga banyak variasi. Tapi ga tahu pemiliknya uda berapa punya duit. Disana dia juga nyeritain dengan sangat mendasar, tentunya menggunakan bahasa Inggris.

Lebih lanjut untuk tahu tentang bisnis ini kita diwajibkan untuk mengunjungi korannya bisnis domain ini. Namanya DNJournal.com. Disini juga ditampilkan informasi tentang penjualan domain perminggunya. Hanya 20 penjualan tertinggi saja yang dicatat setiap minggunya. Sebagai informasi, data penjualan domain diupdate setiap hari Selasa waktu Amerika atau hari Rabu waktu Indonesia.

Di dalam bisnis ini tidak selamanya orang yang mempunyai domain terbanyak yang akan mendulang sukses. Tetapi orang yang paling teliti, kreatif dan pinter memperkirakan nama domain yang potensial-lah yang akan sukses. Untuk mendaftarkan domain anda, seperti yang saya pernah alami, itu sangat mudah. Asalkan uda siap dengan nama domainnya kita bisa langsung browsing di Google tempat hosting-hosting website atau domain yang terdekat atau yang anda percayai. Yang saya coba sampai saat ini, hosting website plus domainnya di rumahweb.com. Saya yang bertempat tinggal di Bali kok malah memilih hosting ke Jakarta? Ga takut ilang tuh duit? Itu sih setelah melalui beberapa penelitian, sedikit tanya jawab dengan temen dan memperhitungkan kualitas service hostingnya ya, akhirnya kepilih deh rumah web. Ato mungkin ada referensi lain yang menjamin harga lebih murah tapi berkualitas? Nah, setelah mantap dengan nama domain dan tempat beli domainnya uda kepilih, kita tinggal chat dengan CS web hosting tersebut. Loe bisa nanya apa saja kok. Terakhir guwe cek di rumahweb, harga domain tanpa hosting dengan extension .com itu harganya Cuma Rp 85.000. Lanjut boss, kita masuk ke halaman pemesanan domain, masukkan identitas anda, email, dan tetek bengek lainnya. Pembayarannya bisa dilakukan dengan PayPal ato lewat ATM, tapi pastikan dulu no rekening yang ditujukan untuk transfernya. Sesudah melakukan pembayaran, kita lakukan verify lewat account email yang anda gunakan. Uda jadi deh. Kalo aku yang sekalian sewa hostingnya, username dan password ke Cpanelnya dikasi juga lewat email. Nah udah punya deh nama domain sendiri.

Cara untuk memperkirakan nama domain yang berpotensi bisa dilakukan dengan search kontent kata yang telah anda perkirakan di Google atau menggunakan Overture Sugestion Tools (http://inventory.overture.com/d/searchinventory/suggestion). Cara lainnya yang cukup ampuh untuk mengetahui value dari sebuah domain adalah dengan View Bid Tools miliki overture (http://uv.bidtool.overture.com/d/search/tools/bidtool/?Keywords=&mkt=us〈=en_US)). Semua tools ini berguna untuk mengetahui berapa banyak pihak yang bersedia memasang iklan pada situs-situs yang berhubungan dengan sebuah kata yang dimasukkan.

Untuk mengetahui sebuah domain yang belum digunakan biasanya tiap tempat kita memesan domain atau web hosting menyediakan kolom untuk mengeceknya. Atau anda bisa juga mengecek di NetCheap.com yang mensupport banyak jenis/extension domain. Untuk mengecek siapa nama pemilik domain yang sudah kepake, anda bisa mengetikkan di address bar anda http://Whois.Sc/namaDomain.com. Anda akan disuguhi data-data lengkap pemilik domain tersebut.

Untuk membeli domain yang sudah dimiliki orang lain (kalo punya uang banyak banget) atau menjual nama domain yang sudah kita miliki kita harus mampir ke pasar domain dengan terlebih dahulu kita harus mendaftar sebagai pedagang di pasar itu.

Ada banyak “pasar” untuk berdagang domain. Aturannya adalah, jika sebuah domain yang sudah ditawarkan di pasar yang kita pilih tidak boleh ditawarkan di pasar lain karena menyangkut komisi yang menjadi hak pemilik “pasar”. Beberapa pasar domain yang sangat ramai adalah Sedo.com, AfterNIC.com, Pool.com dan SnapNames.com.

Ayo kita nyoba bisnis ini dude, siapa tahu kita beruntung dan ada yang menawarkan harga tinggi atas domain yang kita miliki. Itung-itung dari pada taruhan togel yang biasanya lebih banyak kalahnya daripada menangnya trus dengan jangka waktu yang pendek, khan lebih baik pake tuh uang togel untuk beli domain yang masa kepemilikannya setahun. Selain usaha menjadi legal, kita juga bisa lebih melek teknologi internet, trus jadi lebih pinter, trus banyak belajar, trus-trusan deh kalo uda berhasil ngejalanin alias kecanduan.

6 Responses to “Bisnis Domain lebih baik daripada Bisnis Togel”

  1. koekoeh Says:

    wah keren jg nih idenya boss ^^!
    ntar aku coba deh…
    tengkyu yaw ~

  2. Joy Sastra Wijaya Says:

    Yoa boss same-same gituuuu…. ntar kalo sukses inget komisinya loe. Saat ini baru sebatas ide saja yang guwe mix, belum diterapin gitu. Mudah-mudahan ntar bener kecapai, AMIN!!!!!!!!!

  3. edi,ne Says:

    sangat2 bagus joooooooooooooo

  4. patchme2 Says:

    Ini seh uda ada dalam kelapa eh,kepala gua.. Tapi mank bener tu.marin ada yang nawar salah satu domain gua yg PR 5 tau berapa? $1000! Waduuuh.. Ngiler gak tu?tp Gua Tolak dulu…(jaim dikit lah ceritanya) waha..ha..
    Sukses buat semua..

  5. Joy Sastra Wijaya Says:

    boleh minta duitnya dikit mas??? masih miskin nech…

  6. fajar Says:

    hahaha..yah great idea ..untuk harga sebuah web juga bisa dilihat di dnscoop.com sebagai perkiraan harga nya, PR nya dll.

Leave a Reply